Didampingi Wabup, Bupati Minsel Resmikan Pastori KGPM Filadelfia Kapoya

Daerah, Minsel64 Dilihat

BHARINDOSULUT.COM, Minsel – Syukur jemaat Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Filadelfia Kapoya terasa lengkap dengan kehadiran Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar SH (FDW)bersama Wabup Pdt Petra Yani Rembang MTh untuk meresmikan gedung pastori hari ini Selasa (26/10/2021).

Meskipun di selingi dengan hujan lebat, kegiatan tersebut dimulai tepat pukul 13.30 waktu setempat, tidak mengurangi hikmah ibadah pentabisan yang dipimpin oleh Gembala Ferra Lintong, M Th, dan dilanjutkan dengan pengguntingan pita yang dilakukan langsung oleh Bapak Franky Donny Wongkar SH selaku Bupati.

Pastori tersebut akan digunakan sebagai area dalam bangunan gereja yang untuk tempat tinggal para pekerja gereja (Gembala jemaat dan pekerja penuh waktu).

Setelah peresmian pastori, bupati bersama rombongan langsung menuju ke gedung gereja untuk mengikuti ibadah pelantikan Korda Minsel Mitra dan Pokja PKB, serta dirangkaikan dengan perayaan hut ke 48 ketua umum PP KGPM Gembala Francky Londa,S.Th MA.

Dalam sambutannya, bupati menghimbau kepada camat serta hukum tua untuk mendata masyarakat yang belum di vaksin dan tetap menjaga kerukunan umat beragama dan pelaksanaan kegiatan masyarakat masih mengikuti edaran.

“Kami sangat membutuhkan dukungan percepatan Vaksinasi untuk hert immunity bagi masyarakat yang wajib vaksin, para hukum tua dan bapak camat yang hadir agar terus lakukan himbauan khususnya di desa Kapoya masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya herd immunity yang ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut, ingat juga ini masih PPKM level 2, jam operasional usaha tetap batas pukul 21.00 atau jam 9 malam”, tutup beliau.

Turut hadir pada acara tersebut, anggota DPRD Minsel Orwin Tengor, camat Sulta Drs Tonny Lantang, pejabat hukum tua Kapoya, dan para tokoh agama setempat. (Britmi Tampi)

Komentar