Dimulai Dari Tenaga Sukarela, Fike Rumengan 20 Tahun Mengabdi Sebagai Guru Honorer

Daerah, Minsel, Profil498 Dilihat

Bharindosulut.com, Minsel – Ungkapan pahlawan tanpa tanda jasa cocok diberikan kepada para guru. Bagaimana tidak, mereka selalu berjuang tanpa pamrih untuk masa depan generasi bangsa.

Bahkan, salah satunya hingga mengabdi di pelosok. Tak peduli dengan berbagai tantangan yang ada, mereka selalu sabar memberikan ilmunya kepada siswa.

Salah satunya adalah Fike Rumengan (62 tahun) warga desa Koreng kecamatan Tareran kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) provinsi Sulawesi Utara. Beliau yang lulusan D2 mulai mengajar di SD GMIM Koreng pada 5 Juli 2004 sampai saat ini masih setia mengabdi disekolah tersebut.

“Hampir 20 tahun saya mengabdi disini. SD GMIM Koreng adalah rumah kedua saya”, ungkap ibu Fike saat ditemui langsung pada Jumat, (24/11).

Bercerita mengenai apa yang menjadi motivasinya untuk tergerak berprofesi sebagai guru dan mengajar di sekolah tersebut, Rumengan menjawab bahwa ia terenyuh dengan kondisi awal sekolah dan bagaimana semangat anak-anak untuk tetap belajar. Hal inilah yang membuat ibu Fike yakin bahwa dengan menjadi guru ia dapat memberikan sesuatu bagi pendidikan anak-anak bangsa.

“Awal saya masuk, kondisinya sangat timpang dengan kondisi di perkotaan. Tapi saya melihat peserta didiknya bersemangat dalam belajar, itulah yang menjadi motivasi saya,” terang Fike.

Helmi Rumengan,S.Pd Kepala SD GMIM Koreng

Semangat anak-anak didik itu, kata Fike, tampak dari kerelaan mereka untuk pergi ke sekolah untuk belajar. “Termasuk semangat guru-guru di sana, meskipun sebagian besar mereka honorer waktu pertama kali saya masuk, tapi mereka mampu dan bertahan untuk menjadi seorang pendidik. Jadi semangat anak didik dan kawan-kawan ini yang memotivasi saya,” pungkas Fike.

Dimata pimpinan sekolah Helmi Rumengan, S.Pd, ibu guru Fike adalah sosok yang tekun dalam menekuni pekerjaannya meskipun sudah tinggal tanpa didampingi suami yang sudah meninggal beberapa tahun silam.

“Dia (Fike) adalah panutan kami. Beliau tetap setia di sekolah kami ini sudah 20 tahun. Tentu sebagai pimpinan sekolah berharap kepada pihak terkait untuk bisa memberikan penghargaan dalam rangka hari guru di tahun 2023 kepada para guru seperti sosok ibu Fike Rumengan”, Ungkap kepala sekolah Helmi Rumengan, S.Pd.

Data yang dihimpun media ini, Dari guru sukarela Fike mendapat upah 150 ribu rupiah sampai ke guru honorer sudah menikmati upah 600 ribu.

“Dalam rangka hari guru, berarti kita wajib mengingat dan mengetahui berbagai rekam jejak Guru sebagai salah satu sosok manusia dari tidak tahu menjadi mengerti. Saya kenal Fike Rumengan yang telah mengabdi puluhan tahun sangat layak mendapatkan apresiasi dari pemerintah untuk memotivasi para guru lain juga”, Joseph Kaparang mantan kepala sekolah SD GMIM Koreng.

(Britmi)

Komentar